Wednesday, February 6, 2019

Sejarah Tabot Bengkulu ~ Gita Danisa Putri

Pokok isi         : Sejarah Tabot
Upacara untuk : Mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad S.A.W
Sumber isi : Dikumpulkan dari berbagai sumber
Sejarah singkat Acara Tabot di Kota Bengkulu.Tabot telah diselenggarakan secara turun-temurun sejak abad ke 14, sejarah perayaan Tabot di Bengkulu pertama kali dirayakan oleh Syeh Burhanuddin  yang lebih populer sebagai Imam Senggolo tahun 1685. Pernikahan Imam Senggolo, dengan wanita Bengkulu kemudian anak, cucu, dan keturunannya disebut sebagai keluarga Tabot.
Latar belakang Festival Tabot, ini yaitu untuk mengingat atas kematian cucu Nabi Muhammad yaitu Husein bin Ali bin Abi Thalib, yang wafat di padang Karbala (Irak).

Beberapa masyarakat Bengkulu mempercayai, jika Tabot tidak diselenggarakan maka masyarakat Bengkulu akan terkena musibah, pada saat kegiatan ini berlangsung, baik wisatawan lokal maupun domestic tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan secara langsung meriahnya acara tersebut.

Selain telah menjadi Tradisi sejak lama, Tabot akhirnya dipandang sebagai upacara Tradisional di Kota Bengkulu.

Asal Usul Nama Tabot
Tabot berasal dari kata At-Tabut, yang secara Harfiah memiliki arti kotak atau peti, At-Tabut sudah ada sejak zaman Nabi Musa dan Harun, pada waktu itu At-Tabut dibawa turun ke bumi oleh malaikat.

Menurut kepercayaan Bani Israel, At-Tabut ini adalah sebuah peti atau kotak tempat menyimpan Jenazah pemimpin mereka.
Mereka meyakini bahwa At-Tabut harus tetap berada di tangan mereka karena hal ini akan mendatangkan kebaikan.

Sebaliknya musibah akan datang apabila At-Tabut tidak berada di tangan mereka, At-Tabut dalam bentuk yang lain muncul pada waktu terjadinya perang antara Amir Hussain (cucu Nabi Muhammad SAW) melawan kaum Khawarij di Padang Karbala (Irak).

Dalam pertempuran di Karbala Amir Hussain dan pengikutnya mengalami kekalahan karena jumlah yang tidak seimbang, Amir Hussain sendiri gugur dengan tangan dan kepala yang terpisah dari badan.

Ketika tubuh Amir Hussain yang sudah tidak berkepala dan bertangan itu diketemukan kembali oleh para pengikutnya, maka turunlah bangunan aneh yang sangat Indah dan mengangkat tubuh Amir Hussain.

Para pengikut Amir Hussain yang sangat menyayangi Pemimpin mereka, ikut bergelantungan pada bangunan Indah yang terbang itu, dan pada saat itu terdengar suara yang berkata :
“Jika kamu sayang kepada Hussain, buatlah bangunan berbentuk Indah ini setiap sepuluh hari dalam bulan Muharram guna mengenang para syuhada yang gugur di Padang Karbala”
Bangunan Indah, yang membawa Jenazah Hussain itu kemudian disebut Tabut (Tabot dalam dialek bahasa Bengkulu), sejak saat itu perayaan Tabut dilaksanakan setiap tahun selama 10 hari dalam bulan Muharram oleh para pengikut Imam Hussain.

Upacara Ritual Tabot sampai di Bengkulu dibawa oleh para penyebar agama Islam dari Punjab, para penyebar agama Islam dari Punjab yang datang ke Bengkulu pada waktu itu adalah para pelaut ulung di bawah pimpinan Imam Maulana Irsyad.

Rombongan Imam Maulana Irsyad yang datang ke Bengkulu berjumlah 13 orang, antara lain terdapat :
Imam Sobari
Imam Bahar
Imam Suandari
Imam Syahbuddin
Mereka tiba di Bengkulu pada tahun 1336 Masehi (756/757 Hijriah), setibanya di Bengkulu kaum Syiah penyayang Amir Hussain ini langsung melaksanakan rangkaian Upacara Ritual Tabot yang diselenggarakan selama 10 hari, yakni dari akhir bulan Dzulhijjah 756 H sampai dengan tanggal 10 Muharram 757 H. Nama Imam Maulana Irsyad dan kawan-kawan ini kurang dikenal dalam sejarah, hal ini mungkin mereka pada waktu itu tidak menetap secara tetap di Bengkulu.

Nama yang lebih dikenal dalam sejarah Tabot di Bengkulu adalah Syekh Burhanuddin (Imam Senggolo). Syekh Burhanuddin hidup di Bengkulu pada masa Inggris sudah masuk ke Bengkulu, yakni antara tahun 1685 sampai dengan 1825.

Upacara Pengambilan Tanah
Upacara Pengambilan Tanah dilaksanakan pada malam hari sebelum tanggal 1 Muharram, sekitar pukul 20.00 WIB (setelah shalat Isya).
Upacara Pengambilan Tanah dilakukan

Desi Suryani

Author & Editor

You can act like me, dress like me, speak like me, but you CAN'T be ME. Please come and have a look my super life.

0 comments:

Post a Comment